![]() |
| Foto Tim |
PANTAUGLOBAL.COM, RUPAT – Masyarakat nelayan Suku Akit Hatas, Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, menuntut pertanggungjawaban PT Sumatra Riang Lestari (SRL) atas kerusakan pelabuhan induk bongkar muat desa yang terjadi sejak 2015 dan hingga kini belum diperbaiki.
Kerusakan pelabuhan tersebut disebut telah melumpuhkan aktivitas bongkar muat masyarakat. Para nelayan terpaksa menambatkan pompong di sisa tiang pelabuhan yang rusak, sehingga aktivitas ekonomi warga menjadi terganggu.
Tokoh masyarakat Desa Titi Akar, Sukarto, yang juga Ketua Batin Suku Akit se-Kabupaten Bengkalis, menyampaikan bahwa masyarakat meminta perusahaan segera bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas publik tersebut. Ia menilai kerusakan pelabuhan diduga disebabkan kapal tugboat milik perusahaan yang menabrak struktur pelabuhan.
“Kami masyarakat Desa Titi Akar merasa dirugikan, baik secara materil maupun lingkungan. Jaring nelayan hilang akibat kejadian itu, dan sungai Selat Morong yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat juga tercemar limbah kayu hanyut,” ujar Sukarto kepada awak media, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, pelabuhan tersebut merupakan fasilitas vital yang dibangun menggunakan dana pemerintah Kabupaten Bengkalis pada masa kepemimpinan Kepala Desa Anyang bin Batin (alm). Kerusakan yang terjadi membuat kegiatan bongkar muat kebutuhan masyarakat dan nelayan terhambat hingga sekarang.
Masyarakat Desa Titi Akar bersama tokoh adat Suku Akit Hatas se-Kabupaten Bengkalis menyatakan telah memberikan mandat penuh kepada Sukarto untuk mewakili mereka dalam menuntut perbaikan pelabuhan dan ganti rugi atas kerugian yang dialami warga.
Mereka mendesak PT SRL segera memperbaiki pelabuhan dan mengganti kerugian masyarakat agar aktivitas ekonomi nelayan dapat kembali normal. (*)
Penulis: Iskandar SBR









0 Komentar